Kategori : Berita
Komentar : 0 komentar

SAMBAS – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas bersama USAID – ERAT melaksanakan Lokarkarya Analisis Perencanaan dan Penganggaran untuk Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi ( AKB ) Kabupaten Sambas diaula Hotel Pantura Jaya Sambas Kamis, 9 Maret 2023.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan Ponidi, S.K.M., M.M., Sekretaris Dinsos PMD Kab. Sambas, Kepala Bidang Kesmas Ervi Lusiani, S. ST., Sub Koordinator dilingkungan Dinkea Sambas, Tim USAID-ERAT, perwakilan Bappeda Kab. Sambas, dan Perwakilan DP3AP2KB Kab. Sambas.
Kegiatan berlangsung selama dua hari 9 – 10 Maret 2023, menghadirkan narasumber Ahmad Taufik selaku Short Term Technical Assistance USAID, Gunawan selaku Provincial Government Advisor Kalbar, Bappeda Kab. Sambas, dan Dinkes Sambas.
Sedangkan Peserta yang menghadiri antara lain, Kepala Puskesmas Tebas, Terigas, Galing, Matang Suri, Paloh, dan Pimpinan, Ketua Organisasi Profesi, Pengurus TP – PKK Kab. Sambas, Pengurus GOW Kab. Sambas, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Kab. Sambas, Praktik Mandiri Bidan, Aisyiah, dan PKBI.
Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sambas dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim USAID-ERAT yang telah mendampingi dan berkolaborasi dalam mengupayakan penurunan Angka Kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi ( AKB ) di Kabupaten Sambas.
“Terima Kasih Tim USAID-ERAT Sudah mendampingi kami, bersama – sama kita berkolaborasi agar AKI AKB di Kabupaten Sambas ini menurun” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah sudah banyak berusaha untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi, salah satunya dengan meluncurkan program Prosesar, melakukan MoU dengan RSUD Abdul Aziz Singkawang, dan membuat Perda tentang Pendonor untuk Ibu melahirkan.
Mengakhiri sambutannya, ia berharap dengan adanya Lokakarya Analisis AKI AKB dari USAID-ERAT dapat memberikan output dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi, sehingga angka harapan hidup di Kabupaten Sambas bisa meningkat.
“Semua harus ada outputnya, AKI AKB di Kabupaten Sambas bisa berkurang sehingga angka harapan hidup di Sambas naik”, tutupnya.
