Kategori : Berita

SAMBAS – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., membuka Pelatihan Bagi Petugas Kesehatan Dalam Rangka Infeksi Laten Tuberkulosis ( ILTB ) dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis di aula serbaguna Hotel Pantura Jaya Sambas Senin, 25 September 2023.
Turut dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sambas Yusuf Han, S. Si., Apt., MPH., Narasumber dari UPT Pelatihan Kesehatan ( Pelkes ) Provinsi Kalbar Fhattarani, A. Md., selaku TOC Pelatihan, Amir Mahmud Pasaribu, S.T., M. Kes., selaku MOT Pelatihan, dan Rudi Anshari, M. Kes., Ahli Madya Epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.
Kegiatan diikuti oleh 32 orang Pengelola Program TBC yang terdiri dari 4 orang perwakilan dari Rumah Sakit Umum Daerah, dan 28 orang perwakilan dari Puskesmas se-Kabupaten Sambas.
Kepala Dinas Kesehatan dalam sambutannya mengatakan, Tuberkulosis merupakan penyakit yang gampang – gampang susah dalam penyembuhannya dan harus didampingi oleh petugas Pengawas Minum Obat ( PMO ) selama enam bulan.
“Tuberkulosis (TB) ini sebenarnya penyakit gampang – gampang susah, kalau telaten pasien yakin bisa sembuh, cuma disiplin dari penderita untuk meminum obat dan harus dipantau terus oleh Puskesmas” ujarnya.
Lebih jauh, ia membandingkan jumlah SDM Puskesmas pada beberapa tahun yang lalu dengan saat ini sangat berubah signifikan, dimana saat ini jumlah SDM di Puskesmas lebih banyak sehingga dapat lebih fokus dalam bekerja terutama memberantas kasus TBC.
“Saya harap SDM yang banyak di Puskesmas itu bisa mengkroyok supaya kasus TBC benar – benar bisa ditekan” ungkapnya.
Pada akhir sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan meminta kepada seluruh peserta dapat menyimak materi yang disampaikan oleh narasumber kompeten dari UPT Pelkes Provinsi Kalbar, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Paru, IDI, dan PPNI, serta memanfaatkan dengan sebaik – baiknya kegiatan yang telah dilaksanakan.
“Mohon disimak, jangan disia – siakan acara ini karena tidak setiap tahun ada, setelah selesai acara ini jangan hanya seremonial, harus diterapkan di Puskesmas dan lapor kepada Kepala Puskesmas kalau sudah mengikuti pelatihan ini” ujarnya mengakhiri sambutan.
